Sabtu, 29 Agustus 2015

0

Lukisan Kulit Kayu, Goresan Kehidupan Masyarakat Asei Sentani


Sentani, Melukis diatas lembaran kulit kayu, merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang tinggal di sebuah pulau di tengah Danau Sentani, Papua. Di pulau kecil yang bernama Asei ini, sedikitnya 70 kepala keluarga menetap sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu.

Traveling ke Danau Sentani belum lengkap kalau membawa buah tangan atau cenderamata khas pulau besar Asei yaitu Lukisan lembaran Kulit Kayu. Selain bentuknya unik juga mengandung makna filosofi yang mendalam.

Bagi masyarakat Sentani, Papua, seni lukis tidak sekadar sarana mengekspresikan nilai estetika. Lebih dari itu, seni lukis dengan lembaran kulit kayu sebagai media sarat simbol budaya setempat. Puyakha puyakhapu adalah sebutan Danau Sentani. Puyakha berarti ciri nyata dan puyakhapu bermakna kawasan air. Itu sebabnya Danau Sentani dikenal sebagai Negeri Puyaka atau Negeri Nyata.

jernih berkedalaman 50 hingga 70 meter itu hanya berjarak 36 kilometer dari ibu kota Jayapura. Ada sekitar 21 pulau yang menjulang di sekitar kawasan terbesar di Bumi Cenderawasih ini. Daerah seluas seluas 9.630 hektare ini memiliki beragam suku dan adat isitiadat. Variasi itu membuat Sentani memiliki kultur gotong royong yang sangat kuat. Sesama warga saling menghormati keberadaan makhluk ciptaan Tuhan.

Tradisi Negeri Puyakha menjadi identitas masyarakat di sana. Suatu kehidupan yang lekat dengan keagungan alam semesta. Para penduduk percaya akan keberadaan para leluhur. Mereka meyakini kekuasaan sang pencipta. Tanda-tanda itu mengental dalam kehidupan masyarakat Sentani. Semuanya tercermin dalam simbol-simbol etnik yang ada.

Dari lambang tersebut, penduduk setempaat bisa mengetahui latar belakang kedudukan seseorang dalam masyarakat. Tapi, tak seoarng pun yang bisa menjelaskan proses pencuatan kreasi tadi. Bentuk yang ada tertuang begitu saja. Diberikan kepada si pewaris secara turun-temurun dari para leluhur.

Makna karya seni itu bermakna besar ketika simbol digoreskan seorang Ondofolo, pemegang posisi kunci dalam sebuah kampung. Ondofolo juga seseorang yang disegani dan ditaati masyarakat setempat. Motif yang ada bermacam juga menandakan kekuasaan kepemimpinan adat dalam suatu keluarga atau suku. Biasanya, motif tersebut juga digunakan khusus oleh putri sulung, moyang dari suku Pepuho. Tanda tersebut untuk mencirikan pelimpahan tahta dan warisan yang jatuh padanya kelak.

Lain lagi dengan motif Hakhalu yang menggambarkan keberadaan Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi yang memberikan garis keturunan atas seluruh makhluk ciptaan-Nya. Simbol ini dikenakan oleh anak kedua atau bungsu dari moyang suku Pepuho. Kedua lambang tersebut diyakini masyarakat setempat sebagai cikal bakal pengembangan motif seni ukir dan lukis, seperti lukisan kulit kayu.
Ada juga motif bergambar binatang dan tumbuhan yang berada di kawasan Danau Sentani seperti daun sagu, burung cenderawasih, ikan, kura-kura, cicak, tokek, buaya. motif daun sagu, siku burung, kura-kura yang semuanya bermakna atau lambang  kemakmuran.

Warisan Budaya Dunia

Keunikan dan kandungan makna yang mendalam di lukisan kuliat kayu berpotensi dapat menjadi warisan budaya dunia, sepeti halnya Noken yang telah diakui UNESCO. Unik, karena proses pembuatan dan bahan bakunya hanya ada di Danau Sentani. Kulit kayu yang dipakai sebagai media (kanvas) lukisan berasal dari kulit pohon kombow yang hanya terdapat di Sentani.
Dahulu, kulit kayu yang berasal dari kulit inti pohon kombow digunakan sebagai bahan pakaian (daka homo) dan celana untuk kaum pria (cidako) oleh penduduk Asei Besar, Sentani. Namun, kini, peninggalan budaya itu diwariskan sebagai lembaran kulit kayu, media kanvas seni lukis. Mutu lukisan tergantung pada penanganan bahan kulit kayu. Keterlibatan emosi seniman juga berperan dalam hasil akhir kreasi tersebut.
Tak semua jenis pohon ini, dapat diambil kulit kayunya. Selain yang telah cukup umur, dipilih yang memiliki sedikit dahan. Batang pohon ini kemudian ditandai bagian-bagiannya yang akan dipotong. Lembaran-lembaran kulit kayu ini tak bisa langsung digunakan begitu saja.
Bahan dasar untuk melukis ini, lapisan luarnya yang kasar dibuang. Lalu ditumbuk dengan menggunakan plat besi untuk mendapatkan lembaran kulit kayu yang lembut dan lebar. Lebarnya bervariasi, tergantung besar kecilnya diameter batang kayu. Proses menumbuk ini memakan waktu cukup lama dan menguras tenaga. Lembaran-lembaran ini nantinya dicuci, dibuang ampasnya, selanjutnya dijemur hingga kering.
Lembaran-lembar yang telah kering inilah, dijadikan sebagai media untuk mengeskpresikan jiwa seni mereka. Layaknya kehidupan tradisional, seni kerap dimunculkan dengan memanfaatkan alam sebagai unsur yang terpenting. Dalam melukis masyarakat Sentani hanya menggunakan tiga jenis warna. Warna utama adalah hitam yang, dibuat dari jelaga yang dicampur dengan minyak kelapa. Warna lain adalah putih, dari bahan sagu atau kerang. serta warna merah, terbuat dari tanah liat.
Warna dasar tersebut juga memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat suku Asei. Warna putih menggambarkan kebesaran suku. Nuansa merah melambangkan keperkasaan suku. Goresan hitam mencerminkan kehidupan di bumi tidak kekal. Begitulah, seniman Negeri Puyakha, menyembunyikan makna kehidupan yang terkandung di dalam karya seninya. (DAM)
0

Sejarah Batik Papua dan Penjelasannya | Batik Tulis

Batik Papua. Tidak lengkap rasanya setelah berkunjung ke Tanah Cenderawasih, tanpa membawa buah tangan. Banyak jenis cinderamata unik yang tersedia di tanah Papua. Mulai dari kalung taring babi, kuku buaya, jari cenderawasih, noken (tas tradisional dari kulit kayu / anggrek), hingga koteka.
Namun, di sisi lain Indonesia sangat terkenal dengan keanekaragaman batik. Seperti halnya batik yang ada di Papua. Gambar burung cenderawasih menjadi identitas pada setiap motif batik dari Tanah papua tersebut. Jika dibandingkan dengan motif batik dari daerah lainnya di pulau Jawa, batik Papua punya perbedaan motif yang cukup mencolok yaitu cenderung memiliki warna yang lebih gelap dan motif batik papua yang terbentuk banyak terdiri dari gambaran patung khas Papua juga menggunakan simbol-simbol keramat dalam bentuk ukiran.
Batik papua selama ini yang paling populer adalah motif batik Asmat. Warna batik tersebut lebih cokelat dengan kombinasi warna tanah dan terakota.

gambar batik asmat

Motif batik papua lainnya adalah motif batik burung cendrawasih,

 gambar Batik Cendrawasih

motif batik kamoro dengan simbol patung berdiri,

 gambar batik kamoro papua

motif batik sentani yang memiliki ciri gambar alur batang kayu yang melingkar dengan warna hanya satu atau 2 warna.

gambar batik sentani

motif batik papua yang dikembangkan dengan sentuhan garis emas yang biasa disebut dengan batik prada.

gambar batik prada papua

Motif batik Tifa Honai, batik ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Jika diterjemahkan, motif ini berarti rumah kebahagiaan, yakni rumah yang dipenuhi dengan kebahagian. Terinspirasi oleh banyak hal yang ada di tanah Papua seperti sumber mata air, alam indah, dan lain-lain.

gambar batik tifa honai

Sama halnya dengan daerah penghasil batik tulis lainnya yang punya sentra produksi batik, Papua juga memiliki sentra batik yang berada di kota Jayapura, Propinsi Papua Barat. Proses pengerjaan batik di Papua dibagi menjadi 2 yaitu para wanita mengerjakan batik tulis dan para lelaki mengerjakan batik cap. Bahan kain batik yang digunakan untuk pembuatan Batik Papua menggunakan kain katun dan sutra. Produksi batiknya lebih banyak menggunakan bahan katun, dikarenakan cuaca Papua yang cukup panas. Dalam hal pewarnaan pada awalnya menggunakan pewarna alami dari buah pinang yang selanjutnya bergeser ke pewarna sintesis karena permintaan produksi yang cepat. Terdapat beberapa kain Batik Papua yang masih diproduksi di pulau Jawa kemudian dijual di Papua. Kemungkinan besar hal itu dilakukan untuk menekan biaya produksi.

batik papua

Batik Papua saat ini sudah jauh lebih populer jika dibandingkan waktu pertama kali muncul pada era 1985-an. Saat itu pemerintah Indonesia dapat bantuan dari PBB yang diwakili oleh The United Nations Development Program (UNDP) dalam hal pemberdayaan kebudayaan Indonesia bagian timur.
Batik papua telah menembus pangsa pasar eropa, hal ini dibuktikan oleh Jimmy Afaar yang mampu membuat batik tulis asli Papua. Pada awalnya dia mengawali karirnya menjadi seorang asisten desainer di dalam negeri. Selanjutnya, dia mencoba membuat model baju batik serta motif batiknya sendiri. Hingga pada akhirnya Jimmy Afaar berhasil membongkar dominasi batik Jawa. Keberhasilannya Ini membuat bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana Widodo tertarik untuk mengenakan batik tulis bermerek “Port Numbay” untuk acara kenegaraan.
Keanekaragaman batik Indonesia akan semakin lengkap dengan adanya Batik Papua ini. Meskipun jika dilihat dari sisi sejarah Papua tidak begitu mengenal budaya dan teknik membatik seperti masyarakat di Pulau Jawa, Tapi kini sentra batik Papua mulai tumbuh seiring perkembangan Batik Papua. Kita harus bangga dan ikut melestarikan dan mengenalkannya kepada generasi penerus serta dibimbing agar bisa lebih bersaing dengan batik nasional lainnya.

Daftar Pustaka Sejarah Batik Papua

Rabu, 12 Agustus 2015

0

5 Kejaiban di Papua yang Ternyata Kurang Diketahui Banyak Orang


Papua merupakan bagian wilayah Indonesia yang terkenal dengan suku-suku pedalaman dan juga memiliki salju. Bagian ujung Timur di Negara Indonesia ini, adalah satu satu wilayah yang memiliki banyak keajaiban namun tak banyak diketahui oleh orang-orang.
Keajaiban yang dimiliki Papua sungguh sangat menakjubkan, namun sayangnya tak banyak yang tau tentang keindahannya.
Jika kamu warga negara Indonesia, kamu wajib tau nih, lima keajaiban di Papua yang sangat menakjubkan. Seperti dilansir Blogspot.com, inilah dia ke lima keajaiban tersebut.

1. Salju di negara tropis
 

Jika kamu ingin melihat salju di Indonesia, datanglah ke Papua tepatnya di Gunung Carstenz. Gunung Carstenz merupakan gunung tertinggi di Papua, dengan ketinggian 4.884 mdpl. Di puncaknya terdapat salju abadi, jika kamu terbang diatasnya kamu akan dapat melihat salju yang menutupi batu-batu hitam di sana.
Namun, jika kamu ingin mendaki gunung Cartenz, kamu harus menyiapkan kebutuhan makan dan juga fisik yang kuat, sebab kamu harus mendaki selama 11 hari barulah bisa sampai ke Puncak gunung tersebut.
2. Pasir putih di atas bukit


Biasanya kamu akan menemukan pasir putih di pantai. Namun, tidak di Papua. Kamu akan menemukan pasir putih tersebut diatas bukit, bukannya di pantai. Pasir putih ini terdapat di Wamena, sebuah distrik di Kabupaten Jaya Wijaya, Papua. Di atas bukit ini terdapat hamparan pasir putih yang sangat halus.
Untuk  sampai ke bukit ini kamu hanya membutuhkan waktu selama 45 menit dari Kota Wamena. Kamu juga akan dikenakan biaya sukarela untuk sampai di atas bukit ini.
3. Mumi di pedalaman Indonesia


Mungkin kamu mengira jika mumi hanya ada di Mesir. Padahal, tak perlu jauh-jauh ke Mesir untuk melihat mumi, di Papua, tepatnya di Wamena terdapat mumi yang hampir sama dengan mumi di Mesir. Mumi di Wamena berwarna hitam, dan lekuk tubuhnya terlihat jelas. Posisi mumi tersebut dalam keadaan duduk dengan kedua tangan memegang lutut dan kepala yang mendongkak ke atas.
Mayat yang dijadikan mumi ini bukan mayat orang sembarangan. Mereka adalah para panglima perang dan para kepada suku yang usianya sudah sekitar 300 tahun. Mumi yang ada di Wamena ini berjumlahkan 6 mumi.
4. Lukisan misterius di Gua Kontilola


Kamu juga dapat menemukan Gua Kontilola di Papua. Gua ini letaknya sekitar 1 jam dari Bandara Wamena. Dalam gua ini terdapat sebuah lukisan misterius yang tidak diketahui asal usulnya. Gambar lukisan tersebut anehnya tidak sama dengan gambar orang-orang papua, hanya saja bentuknya mirip dengan bentuk manusia.
5. Telaga Biru yang Berwarna Hijau


Satu lagi keindahan yang dimiliki Papua adalah telaga biru yang airnya berwarna hijau. Telaga Biru ini terletak di Distrik Maima, Wamena. Telaga biru ini dianggap sakral oleh masyarakat setempat, karena menurut mereka telaga ini merupakan tempat manusia pertama kali muncul.
Nah, itulah dia ke lima keajaiban di Papua yang kurang diketahui oleh banyak orang

Selasa, 11 Agustus 2015

0

Festival Teluk Humboldt, Pariwisata Unggulan Jayapura


Jayapura - Bagi Anda yang ingin mengeksplor budaya, wisata, seni, dan kreativitas warga Papua khususnya di Jayapura, datanglah ke Festival Teluk Humboldt (FTH) pada 5-7 Agustus 2015.

Seperti yang dikutip dari Wonderful Indonesia, Selasa (28/7/2015), acara tersebut digelar di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Papua, dengan tema Wonderful Humboldt. Festival tersebut merupakan yang ketujuh kalinya.

Beberapa kegiatan akan mengisi dan memeriahkan FTH VII di antaranya ialah pagelaran cerita rakyat, pagelaran tari tradisional, tari kreasi baru, gelar suling tambur, pawai budaya Nusantara, lomba ukir pahat kayu Port Numbay, dan lomba dayung tradisional.

Selain itu, festival juga akan diisi dengan pameran kerajinan tangan warga Kota Jayapura dan pameran foto Kota Jayapura tempo dulu.

Festival Teluk Humboldt salah satu upaya menjadikan Papua sebagai pilihan tujuan wisata di timur Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda Pemerintah Kota Jayapura sekaligus menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Budaya Asli

Kegiatan tersebut mengacu pada visi dan misi Kota Jayapura, yaitu mewujudkan kota beriman, yang maju mandiri, sejahtera, modern, dan berbasis kearifan lokal. Oleh karena itu, Festival Teluk Humboldt menjadi ajang untuk mengangkat budaya asli Papua dan memantapkan nilai-nilai adat yang ada di wilayah Port Numbay.

Teluk Humboldt atau nama lainnya Teluk Yos Sudarso merupakan teluk luas yang menaungi Kota Jayapura dan menjadi rumah bagi penduduk asli Port Numbay. Teluk tersebut merupakan laut yang menjorok jauh ke daratan di bagian utara Pulau Papua.

Bentuk teluknya menyerupai huruf U dengan pantai berair tenang dan tingkat sedimentasi  rendah. Air lautnya tenang, bersih, dan berwarna biru cerah serta masih banyak terdapat ikan di sekitarnya.

Kota Jayapura di Teluk Humboldt sendiri awalnya dikenal dengan nama Holandia pada masa Hindia Belanda (1910-1962) dan nama Sukarnopura pada awalnya kembali ke pangkuan negara (1962-1968).
Selanjutnya pada 1968 berganti nama menjadi Jayapura yang mirip nama Kota Jaipur di Rajasthan, India, di mana berarti kota kemenangan atau The City of Victory.

Senin, 27 Juli 2015

0

Festival Budaya Dan Para Layang Tolikara


Guna mempromosikan wilayah sebagai salah satu tempat penyelenggaraan olahraga pada PON 2020 mendatang, sekaligus memajukan pariwisatanya, Kabupaten Tolikara akan menggelar Festival Budaya dan olahraga Para Layang. Festival akan dipusatkan di Karubaga Ibu kota Tolikara, 4-6 Agustus mendatang. 

Wakil Bupati Tolikara Amos Jikwa mengatakan, festival budaya dan para layang yang akan diselenggarakan selama tiga hari itu untuk mempromosikan Tolikara sebagai salah satu tujuan wisata di Papua, sekaligus memantapkan diri sebagai salah satu tempat penyelenggaraan olahraga pada PON mendatang.

"Ini bagian dari promosi daerah, sekaligus bukti kesiapan dalam menyelenggarakan event," ujar Amos Jikwa. 

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Tolikara juga akan menjadikan ajang festival itu sebagai program prioritas. "Ini akan dijadikan kalender tahun, sebagai promosi, bahwa Tolikara memiliki kekayaan objek wisata," paparnya. 

Lanjutnya, masyarakat Tolikara juga sangat menyambut baik penyelenggaraan festival, sebab sebagai wadah untuk kembali menggali kekayaan budaya. "Masyarakat mau festival ini digelar, karena budaya sudah mulai hilang," singkatnya. 

Dalam Festival Budaya itu, sambungnya akan digelar beberapa event seperti tarian perang, olahraga para layang, serta pameran sejumlah hasil karya masyarakat Tolikara.

"Karena pariwisata ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, apa yang jadi kerajinan mereka akan di pamerkan," ucapnya. 

Mengenai kesiapan infrastruktur, Wakil Bupati mengklaim, pemerintah sudah menyiarkannya. "Kami punya hotel masuk kategori mewah yakni Hotel Tolikara, ada juga hotel lain. Masalah penerbangan juga sudah tidak ada masalah, ongkos dari Sentani ke Karubaga hanya Rp350 ribu," jelasnya. 

Masalah keamanan, tambahnya, juga tidak ada masalah. "Tolikara itu salah satu daerah paling aman," tegasnya.

Adapun target wisatawan yang diharapkan hadir pada festival itu, selain domestik juga dari mancanegara. "Ada dari beberapa negara, yang menyatakan akan datang," ujarnya. 

Yang pasti, Pemkab Tolikara ingin festival berlangsung dan meriah. "Karena ini baru pertama kali, ya tujuan kita untuk memboming dulu, tak peduli berapa wisatawan yang datang. Selanjutnya, baru akan dijadikan kalender tahunan," tambahnya. 

Kepala Dinas Pariwisata Tolikata, Adolf Iriwadan, menyatakan untuk olahraga para layang akan menghadirkan sekitar 15 atlet, yang berasal dari sejumlah daerah. "Mereka ada yang berasal dari Malang, Jakarta, Bali, Bandung, dan Lanud Jayapura," ujarnya. 

Dalam olahraga para layang itu, para atlet akan terbang sejauh 17 kilometer. "Mereka akan mulai start dari gunung di Distrik Wenan dan finish di lapangan Merah Putih, jaraknya sekitar 17 KM dan melintasi berbagai gunung," terangnya. 

Menurut di, tujuan dari festival budaya Tolikara yang menelan biaya sekitar Rp1,5 Milliar untuk mengembangkan pariwisata di wilayah Pegunungan Papua itu. "Banyak kekayaan alam yang menjadi obyek wisata di Tolikara, bahkan ini sudah pernah di promosikan di Eropa," tukasnya. 

Sementara itu, Konsultan Pelaksanaan Festival Budaya Tolikara, Mian Simanjuntak, menandaskan bahwa kolaborasi antara budaya dengan olahraga saat ini, sangat populer bagi para wisatawan. Sehingga, festival budaya dan olahraga para Layang di Tolikara pasti memancing para turis untuk datang.

"Kombinasi budaya dan olahraga kini sedang digandrungi wisatawan, tentu festival ini nanti akan mengundang turis baik domestik maupun mancanegara untuk datang," imbuhnya. 

Festival yang baru pertama dilaksanakan ini diharapkan akan terus berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya, dan menjadi kalender tahunan pemerintah Tolikara. "Kami berharap, ini akan berlangsung secara kontinyu setiap tahun, agar pariwisata Tolikara maju," ucapnya. 

Menurut dia, ada sejumlah objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi di Tolikara, seperti salah satunya gereja peninggalan misionaris. "Tentu dengan menggabungkan wisata rohani dan olahraga, wisatawan akan merasa sangat lengkap," jelasnya.

Selasa, 21 Juli 2015

0

Daftar Nama Kecamatan Kelurahan/Desa & Kodepos Di Kota/Kabupaten Jayapura Provinsi Papua


Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Papua (Dulunya Bernama Irian Jaya)
Kota Administrasi/Kabupaten : Jayapura


A. KOTA JAYAPURA

1. Kecamatan ( Distrik ) Abepura
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Abepura di Kota Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Wahno (Kodepos : 99221)
- Kelurahan/Desa Wai/Way Mhorock (Kodepos : 99221)
- Kelurahan/Desa Vim (Kodepos : 99225)
- Kelurahan/Desa Abepantai (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Asano (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Awiyo (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Engros (Enggros) (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Kota Baru (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Koya Koso (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Nafri (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Yobe (Kodepos : 99351)

2. Kecamatan ( Distrik ) Heram
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Heram di Kota Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Hedam (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Kampung Waena (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Waena (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Yabansai (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Yoka (Kodepos : 99351)

3. Kecamatan ( Distrik ) Jayapura Selatan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jayapura Selatan di Kota Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Hamadi (Kodepos : 99221)
- Kelurahan/Desa Kayo Pulau (Kayupulo/Tahima Soroma/Sorama) (Kodepos : 99221)
- Kelurahan/Desa Numbai (Numbay) (Kodepos : 99221)
- Kelurahan/Desa Tobati (Kodepos : 99221)
- Kelurahan/Desa Argapura (Kodepos : 99222)
- Kelurahan/Desa Ardipura (Kodepos : 99223)
- Kelurahan/Desa Entrop (Kodepos : 99224)

4. Kecamatan ( Distrik ) Jayapura Utara
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jayapura Utara di Kota Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Gurabesi (Kodepos : 99111)
- Kelurahan/Desa Bhayangkara (Bayangkara) (Kodepos : 99112)
- Kelurahan/Desa Angkasapura (Kodepos : 99113)
- Kelurahan/Desa Trikora (Kodepos : 99114)
- Kelurahan/Desa Mandala (Kodepos : 99115)
- Kelurahan/Desa Imbi (Kodepos : 99116)
- Kelurahan/Desa Kayobatu (Kodepos : 99117)
- Kelurahan/Desa Tanjung Ria (Kodepos : 99117)

5. Kecamatan ( Distrik ) Muara Tami
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Muara Tami di Kota Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Holtekamp (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Koya Barat (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Koya Tengah (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Koya Timur (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Mosso (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Skow Mabo (Skouw Mabo ) (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Skow Sae (Skouw Sae) (Kodepos : 99351)
- Kelurahan/Desa Skow Yambe (Skouw Yambe) (Kodepos : 99351)

B. KABUPATEN JAYAPURA

1. Kecamatan ( Distrik ) Airu
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Airu di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Aurina (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Hulu Atas (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Muara Nawa (Muarah Mawa) (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Pagai (Kodepos : 99364)

2. Kecamatan ( Distrik ) Demta
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Demta di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Ambora (Kodepos : 99354)
- Kelurahan/Desa Demta Kota (Kodepos : 99354)
- Kelurahan/Desa Kamdera (Kodepos : 99354)
- Kelurahan/Desa Muaif (Kodepos : 99354)
- Kelurahan/Desa Muris Kecil (Kodepos : 99354)
- Kelurahan/Desa Yakore (Kodepos : 99354)
- Kelurahan/Desa Yaugapsa (Yougapsa) (Kodepos : 99354)

3. Kecamatan ( Distrik ) Depapre
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Depapre di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Entiyebo (Kodepos : 99353)
- Kelurahan/Desa Kendate (Kodepos : 99353)
- Kelurahan/Desa Tablasupa (Kodepos : 99353)
- Kelurahan/Desa Waiya (Kodepos : 99353)
- Kelurahan/Desa Wambena (Kodepos : 99353)
- Kelurahan/Desa Yefase (Yepase) (Kodepos : 99353)
- Kelurahan/Desa Yewena (Kodepos : 99353)

4. Kecamatan ( Distrik ) Ebungfau / Ebungfa
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ebungfau / Ebungfa di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Abar (Atabar) (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Babrongko (Ifar Bobrongko) (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Ebungfa (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Khameyaka (Kameyoka/Khamaeka) (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Simporo (Babo/Yosiba/Homf) (Kodepos : 99352)

5. Kecamatan ( Distrik ) Gresi Selatan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gresi Selatan di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Bangai (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Iwon (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Klaisu (Kodepos : 99357)

6. Kecamatan ( Distrik ) Kaureh
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kaureh di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Lapua (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Sebum (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Soskotek (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Umbron (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Yadouw (Yadauw) (Kodepos : 99364)

7. Kecamatan ( Distrik ) Kemtuk
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kemtuk di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Aib (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Bengguin Progo (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Kwansu (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Mamda (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Mandayawan (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Nambon (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Namei (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Sabeab Kecil (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Sama (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Sekori (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Skoaim (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Soaib (Kodepos : 99357)

8. Kecamatan ( Distrik ) Kemtuk Gresi
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kemtuk Gresi di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Braso (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Bring (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Damoi Kati (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Demetin (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Hatib (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Ibub (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Jagrang (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Nembu Gresi (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Omon (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Pupehabu (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Swentab (Kodepos : 99357)
- Kelurahan/Desa Yanbra (Yanim) (Kodepos : 99357)

9. Kecamatan ( Distrik ) Nimbokrang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Nimbokrang di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Benyom Jaya I (Kodepos : 99362)
- Kelurahan/Desa Benyom Jaya II (Kodepos : 99362)
- Kelurahan/Desa Berab (Kodepos : 99362)
- Kelurahan/Desa Bunyom (Kodepos : 99362)
- Kelurahan/Desa Hamongkrang (Kodepos : 99362)
- Kelurahan/Desa Nembukrang (Nimbokrang) (Kodepos : 99362)
- Kelurahan/Desa Nembukrang Sari (Nimbokrang Sari) (Kodepos : 99362)
- Kelurahan/Desa Rhepang Muaif/Muaib (Kodepos : 99362)
- Kelurahan/Desa Wahab (Kodepos : 99362)

10. Kecamatan ( Distrik ) Nimboran
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Nimboran di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Benyom (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Gemebs (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Imsar (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Kaitemung (Kautemung) (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Kuipon (Kuipons) (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Kuwase (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Meyu (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Oyengsi (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Pobaim (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Singgri (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Singgriway (Singgriwai) (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Tabri (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Yenggu (Yenggu Lama) (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Yenggu Baru (Kodepos : 99361)

11. Kecamatan ( Distrik ) Nimboran Timur / Nambluong
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Nimboran Timur / Nambluong di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Besum (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Hanggai Hamong (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Imestum (Imustum) (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Karya Bumi (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Sanggai (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Sarmai Atas (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Sarmai Bawah (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Sumbe (Kodepos : 99361)
- Kelurahan/Desa Yakasib (Yakasip/Yokasib) (Kodepos : 99361)

12. Kecamatan ( Distrik ) Ravenirara
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ravenirara di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Nehibe (Nacha Tawa) (Kodepos : 99353)
- Kelurahan/Desa Ormuwari (Newa) (Kodepos : 99353)
- Kelurahan/Desa Yongsu Besar (Dosoyo) (Kodepos : 99353)
- Kelurahan/Desa Yongsu Sapari (Kodepos : 99353)

13. Kecamatan ( Distrik ) Sentani
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sentani di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Dobonsolo (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Hinekombe (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Hobong (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Ifale (Ilfele) (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Ifar Besar (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Keheran (Kehiran) (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Sentani Kota (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Sereh (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Yobeh (Kodepos : 99352)
- Kelurahan/Desa Yoboy (Kodepos : 99352)

14. Kecamatan ( Distrik ) Sentani Barat
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sentani Barat di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Dosay (Dosai) (Kodepos : 99358)
- Kelurahan/Desa Maribu (Kodepos : 99358)
- Kelurahan/Desa Sabron Sari (Kodepos : 99358)
- Kelurahan/Desa Sabron Yaru (Sabro Yaru) (Kodepos : 99358)
- Kelurahan/Desa Waibron (Kodepos : 99358)

15. Kecamatan ( Distrik ) Sentani Timur
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sentani Timur di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Asei Besar (Kodepos : 99359)
- Kelurahan/Desa Asei Kecil (Kodepos : 99359)
- Kelurahan/Desa Ayapo (Itakiwa) (Kodepos : 99359)
- Kelurahan/Desa Nendali (Kodepos : 99359)
- Kelurahan/Desa Nolokla (Kodepos : 99359)
- Kelurahan/Desa Puay (Puai) (Kodepos : 99359)
- Kelurahan/Desa Yokiwa (Kodepos : 99359)

16. Kecamatan ( Distrik ) Unurum Guay
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Unurum Guay di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Beneik (Kodepos : 99356)
- Kelurahan/Desa Garusa (Kodepos : 99356)
- Kelurahan/Desa Guriyad (Guryard) (Kodepos : 99356)
- Kelurahan/Desa Nandalzi (Nandaizi) (Kodepos : 99356)
- Kelurahan/Desa Sawesuma (Sawa Suma) (Kodepos : 99356)
- Kelurahan/Desa Sentosa (Santosa) (Kodepos : 99356)

17. Kecamatan ( Distrik ) Waibu
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Waibu di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Bambar (Kodepos : 99358)
- Kelurahan/Desa Dondai (Donday) (Kodepos : 99358)
- Kelurahan/Desa Doyo Baru (Kodepos : 99358)
- Kelurahan/Desa Doyo Lama (Kodepos : 99358)
- Kelurahan/Desa Kwadeware (Kanda) (Kodepos : 99358)
- Kelurahan/Desa Sosiri (Kodepos : 99358)
- Kelurahan/Desa Yakonde (Kodepos : 99358)

18. Kecamatan ( Distrik ) Yapsi
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Yapsi di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Bumi Sahaja (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Bundru (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Kwarja (Kwaja) (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Nawa Mukti (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Nawa Mulya (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Ongan Jaya (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Purnawajati (Purnama Jati) (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Tabbeyan (Tabeyan) (Kodepos : 99364)
- Kelurahan/Desa Taqwa/Takwa Bangun (Kodepos : 99364)

19. Kecamatan ( Distrik ) Yokari
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Yokari di Kota/Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua :
- Kelurahan/Desa Buseryo (Kodepos : 99354)
- Kelurahan/Desa Endokisi (Kodepos : 99354)
- Kelurahan/Desa Maruway (Kodepos : 99354)
- Kelurahan/Desa Meukisi (Kodepos : 99354)
- Kelurahan/Desa Snamay (Kodepos : 99354)
0

Festival Budaya Lembah Baliem 2015


Jelajahi pulau Indonesia paling timur yang terangkum dalam perjalanan spektakuler Festival Lembah Baliem 2015 pada 6-8 Agustus 2015. Tahun ini, fesival tahunan unik tersebut akan dipusatkan di Wosilimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Ini adalah kesempatan Anda untuk melihat semua ragam suku di Dataran Tinggi Wamena dan Lembah Baliem berkumpul untuk merayakan festival tahunan bersama. Suku-suku akan melakukan atraksi perang dengan tujuan menjaga kelincahan dan kesiapan mereka untuk mempertahankan desa.
 
Simulasi perang suku ini dijadwalkan selama dua hari dengan menampilkan 26 kelompok yang terdiri dari 30-50 prajurit per kelompok, serta diiringi musik tradisional Papua yang disebut pikon. Pikon merupakan alat musik pukul yang terbuat dari kulit kayu dan mampu menghasilkan suara keras namun tetap menenangkan. Lagu yang dimainkan merupakan ungkapan isi hati sang pemain musik yang dibunyikan lalu diperdengarkan untuk menghibur hatinya maupun para pendengar. Uniknya, tidak semua orang Lembah Baliem dapat memainkan alat musik ini karena membutuhkan keahlian khusus. Butuh keahlian khusus untuk memainkan alat musik pikon.
Festival ini diselenggarakan oleh Kabupaten Jayawijaya untuk memperkenalkan dan melestarikan nilai-nilai serta budaya suku tradisional Lembah Baliem. Demi memeriahkannya akan diselenggarakan juga berbagai pertunjukkan seni budaya yang menarik termasuk tarian tradisional Papua, balapan babi, lempar tombak (sege), lontar rotan, panahan, sikoko dan masih banyak lagi lainnya.
 
Khusus  atraksi lomba  lempar sege dan panahan diperuntukan kepada wisatawan mancanegara sebagai penghormatan atas kunjungannya. Wisatawan mancanegara  juga dapat mencoba untuk menghayati  budaya Lembah Baliem dengan memakai koteka dan menghitamkan tubuhnya sebagaimana penduduk asli zaman dulu sehingga turut menyemarakkan suasana festival.
Untuk dapat sampai ke Lembah Baliem, pengunjung harus melewati bandara utama Provinsi Papua, yakni Bandara Sentani. Bandara Sentani dapat diakses menggunakan maspakai penerbangan dari Jakarta, Surabaya, maupun Manado. Setibanya di Bandara Sentani  diteruskan dengan pesawat jenis Hercules maupun Twin Otter menuju Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya.